AAJI (Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia) menggelar acara AAJI Insight 2023 di Kuningan, Jawa Barat selama 3 hari, yakni tanggal 3 – 5 Maret 2023. Acara yang berlangsung seru dan sangat menarik ini dihadiri oleh para pengurus perwakilan dari 9 Kolese Jesuit di Indonesia.
Hari Pertama - Jumat, 3 Maret 2023
Karena hari hujan dan masih menunggu rekan – rekan yang masih dalam perjalanan menuju lokasi, maka acara Opening yang semula dijadwalkan untuk mulai pukul 18.00 WIB, tertunda setelah acara makan malam. Kami rombongan KEKL yang sudah hadir sejak pukul 15.00 WIB memanfaatkan waktu ini untuk ice breaking, mingle, berkenalan, dan roasting-roasting dengan para peserta dari Kolese lain.
After dinner, MC memanggil para peserta untuk masuk dan memulai acara. Kita dibagi untuk duduk berkelompok didalam 1 meja yang berisikan perwakilan dari berbagai kolese, lagi – lagi adalah tujuannya agar supaya setiap peserta bisa berkenalan antar kolese.
MC dari kapika dan KEKL
Oya pada sesi perkenalan, setiap Kolese diundang untuk maju ke depan untuk memperkenalkan diri.
Perwakilan KEKL di AAJI Insight 2023
Selesai acara perkenalan dan duduk di kelompok masing – masing, Romo Hari membuka sesi diskusi 3 putaran. Pada kesempatan ini para alumni kolese diajak untuk flashback mengenang memori semasa menempuh Pendidikan di Kolese masing – masing seperti hal/ pengalaman apakah yang paling berkesan yang di dapat selama menempuh pendidikan di Kolese yang kita bawa sampai sekarang. Peserta dipersilahkan untuk sharing dengan teman kelompoknya, kemudian pada putaran kedua, para peserta dipersilahkan untuk menanggapi sharing peserta lain yang dianggap paling mengena. Lalu tiap kelompok disuruh untuk mencari benang merah kesimpulan dari sharing tersebut.
Hari Kedua – Sabtu, 4 Maret 2023
Hari Kedua dimulai dengan sesi Evaluasi Kolese. Setiap perhimpunan dipersilakan untuk berdiskusi kelompok dan mensharingkan “Strength and Weakness” masing – masing.
Diskusi kelompok KEKL
Sirah ngelu demi KEKL
Di sesi presentasi, KEKL diwakili oleh Pak Benny Setianto (Dewan Pembina KEKL). Beliau menuturkan bahwa Organisasi KEKL mempunyai kekuatan yang sangat menonjol yakni dengan rentang anggota dari tahun 1959 – 2023 dengan jumlah anggota lebih dari 11.000 orang, namun level of participation dari setiap anggota per angkatan KEKL masih terbilang rendah. Dalam hal ini kita tidak melihat sebagai sebuah weakness namun lebih ke sebuah challenge, bagaimana untuk meningkatkan level of participation dari para anggota KEKL.
Dari hasil diskusi bersama, Pak Benny juga menyampaikan bahwa era kepengurusan BPP yang sekarang ini sangat bagus, karena mengadakan banyak kegiatan, event, pembaharuan,dll. Namun karena saking banyaknya agenda kegiatan, bahkan terkesan too ambitious, jadi pada pelaksanaannya jadi kurang fokus dan banyak kendala. Selain itu, karena banyak kegiatan, jadi bingung mana duluan yang mau dilaksanakan. Mungkin ke depannya bisa dibuat rencana kegiatan yang lebih simpel namun lebih mudah pelaksanaan dengan harapan makin banyak rekan – rekan KEKL yang mau berpartisipasi. Secara singkat, Pak Benny juga menjelaskan tentang struktur organisasi KEKL dan berbagai kegiatan KEKL seperti KEKL peduli, berbakti, dan beasiswa.
Pemaparan dan Sharing tentang Organisasi KEKL di AAJI Insight 2023
Sesi berikutnya di hari kedua membahas tentang Leadership session yang dibawakan oleh Bp. Purnomo Yusgiantoro, yang dipandang sebagai salah satu tokoh alumni sekolah Jesuit yang sudah memberikan sumbangsih luar biasa kepada Negara Indonesia. Pak Purnomo menekankan peran kita sebagai alumni Jesuit dalam kehidupan berbagsa dan bernegara.
Model Kepemimpinan ala Purnomo Yusgiantoro :
-
Dekat dengan Tuhan YME
-
Mempunyai idealism
-
Do the best for the country (John F Kennedy)
-
Persiapan matang = 50% keberhasilan
-
Kenali diri dan lingkungan (Sun Tzu)
-
Jangan “ Do Nothing “ (status Quo)
-
Percaya diri
-
Jangan pilih jabatan ( perjalanan 1000Li dimulai dari 1 Li)
-
Clean Government & Good Governance
-
Profesionalisme (gain knowledge, responsibility, gathering, ethic)
Sebagai seorang pemimpin Jesuit, Pak Purnomo menekankan akan pentingya Kepemimpinan Diri Sendiri (Self Leadership), artinya : Kepemimpinan efektif didahului dengan kepemimpinan terhadap diri sendiri. "Mastering Ourselves is a fundamental of true power."
Dan yang tak kalah penting adalah : Kepemimpinan Pelayan (Servant Leadership). Pak Purnomo mengutip kata-kata Robert Greenleaf (1970) bahwa, "Kualifikasi seorang pemimpin yang pertama adalah kemauan untuk melayani manusia lain, bukan memerintah manusia lain."
Seminar Kepemimpinan dan Kebangsaan bersama Bp Purnomo Yusgiantoro
Para peserta AAJI insight 2023 berfoto bersama seusai seminar Leadership
Sesi Ketiga di Hari Kedua membahas Rapat Anggota Tahunan AAJI 2021 – 2022. Pada kesempatan ini Ketua AAJI, Adrianus Roy memaparkan kegiatan AAJI selama 2 tahun. Salah satunya adalah Event tahunan Kegiatan Donor Darah serentak yang pada pelaksanaan tahun 2021 dan 2022 di koordinir oleh KEKL (Jemmi Prayogo), pada event donor darah selanjutnya akan diestafetkan kepada Sanata Dharma. Adrianus Roy juga menjelaskan sedikit tentang Congress WUJA yang akan diadakan di Jogjakarta tahun 2026, dimana panitia kecil WUJA berisikan wakil dari berbagai Kolese sudah dibentuk.
Hari kedua ditutup dengan karaoke night dimana tim KEKL goyang pantura berhasil tampil dengan rekor mendapat saweran terbanyak!!
Hari Ketiga – Minggu, 5 Maret 2023
Seusai makan pagi dan checkout hotel, Penutupan AAJI insight 2023 dengan ziarah ke Gua Maria Fatima Sawer Rahmat dan mengadakan Misa Ulang Tahun AAJI ke 16.
Suasana menuju Gua Maria Sawer, Kuningan, Jawa Barat
Di perjalanan, kode istirahat untuk ambegan adalah ngajak foto bersama
Para perwakilan Alumni Kolese Jesuit di Gua Maria Sawer.
Misa ulang tahun AAJI ke-16
Foto bersama peserta AAJI Insight 2023
Thank you for reading :)
Ditulis oleh : Aida Noplie Chandra (KEKL 1998)