Pak Purnomo Yusgiantoro dalam sambutannya sebagai tuan rumah acara gathering perdana LOYOLA MEMANGGIL mengutip pepatah dari filsuf Tiongkok Lao Tzu, yang pernah mengatakan bahwa "Perjalanan seribu mil selalu dimulai dengan langkah pertama".
Ya, judul LOYOLA MEMANGGIL dipilih karena kita menyadari adanya sebuah “panggilan” yang senantiasa bergaung dalam hati para anggota KEKL untuk selalu berkumpul, tidak hanya untuk mengingat masa-masa kehidupan sebagai remaja di SMA Kolese Loyola saja, namun juga dirasakan adanya dorongan untuk bermimpi lebih besar mengupayakan sesuatu yang dapat dikerjakan bersama-sama demi kebaikan sesama dan Kemuliaan Tuhan.
Impian besar KEKL untuk bisa punya program Dana Abadi yang paling utama adalah mewujudkan, bagaimana KEKL dengan nyata, bersama-sama dapat mempraktekkan semangat Ignasian ‘person for others’ sehingga bisa memberi dampak positif bagi sesama serta lingkungan sekitarnya secara berkelanjutan. Maka, sesuai namanya, Program KEKL Dana Abadi adalah program yang mengupayakan pengumpulan sejumlah dana sumbangan untuk diinvestasikan ke instrumen Surat Berharga Negara sehingga imbal hasilnya dapat digunakan untuk mendukung program-program KEKL Beasiswa, KEKL Berbakti, KEKL Peduli dan juga operasional organisasi untuk jangka panjang.
Sungguh bersyukur, proses diskusi dan perencanaan selama setahun lebih sejak 20 Februari 2022 silam, mulai dari brainstorming dengan semua Ketua Tim dibawah Bidang Sosial (KEKL Berbakti, KEKL Beasiswa dan KEKL Peduli) tentang ide awal menggalang dana abadi ini. Lalu dilanjutkan dengan konsultasi ke para Dewan Pembina & Penasihat (DPP KEKL), Dewan Pengawas (DWas KEKL), Romo Moderator KEKL, bahkan meminta pandangan dari Provinsial SJ Indonesia dan Auditor KEKL untuk pengelolaan dan sistem pengamanannya.
Kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dalam acara pertemuan antara BPP, BPK dan beberapa Koordinator Angkatan (KoTang), termasuk disosialisasikan ke Rm Vico SJ, Kepala Sekolah SMA Kolese Loyola. Keputusan akhirnya telah disetujui bersama oleh semua pengurus KEKL saat acara pertemuan tatap muka KEKL Leaders Summit pada 4 Februari 2023 di Bandungan. Melalui pertemuan itu, diputuskan bahwa program KEKL Dana Abadi ini akan menjadi program prioritas kepengurusan BPP KEKL periode 2020-2024.
Dan tanggal 18 Maret 2023 lalu kita semua telah memulai langkah pertama perjalanan seribu mil kita dalam meraih impian yang lebih besar, menjadi babak sejarah baru bagi KEKL.
Suasana registrasi
Sabtu pagi itu, bertempat di PYC (Purnomo Yusgiantoro Center) di Jalan Wijaya daerah Jakarta Selatan, berkumpul 20 orang dari angkatan 1966 yang paling senior sampai angkatan 2016 yang paling muda, dan didampingi pula oleh Rm Yoedho SJ, yang saat ini menjabat sebagai Superior Kolese Loyola sekaligus Moderator KEKL.
Terima kasih untuk Pak Purnomo Yusgiantoro (KEKL 69) selaku Ketua DPP KEKL yang sudah berkenan memfasilitasi gathering perdana dan menjadi tuan rumah acara ini. Beliau yang mengaku sangat mencintai almamater Loyola, di sambutan pembukaannya dengan tegas mendukung penuh program KEKL Dana Abadi.
Hadir di acara ini, Bu Elisa dan suaminya Pak Bambang angkatan 87, Pak Budi angkatan 84, Pak Donny, Pak Hauw ditemani istri, dan Pak Sika, mereka bertiga angkatan 85, Ferie angkatan 91, Pak Robert angkatan 66, Pak Latuhayat angkatan 87 yang juga Ketua BPK BeCik KaPur SuCi, pengurus BPP (Yossy 99, Jemmi 93, Aida 98, Cindy 2016), dan Erwin 92 selaku Bendahara BPP yang mendapat mandat untuk menjadi Ketua Dana Abadi dibantu oleh Ardian dan Edo 2006.
Seperti yang sering saya rasakan tentang “Hebatnya KEKL”, kami yang hadir di ruangan PYC itu walaupun ada yang baru pertama kali kenal, langsung akrab dan merasa layaknya konco dewe, keluarga sendiri. Ditemani nikmatnya secangkir teh dengan suguhan tahu petis, moaci dan lunpia Semarang membuat suasana jadi lebih berkesan ala Semarang.
Sambutan oleh Pak Purnomo
Hidangan Semarang yang menghangatkan acara
Selesai presentasi singkat dari Saya dan Erwin, masing-masing peserta pun saling melontarkan ide dan berdiskusi bagaimana KEKL bisa mewujudkan impian besar ini secara bersama-sama sehingga proyek ini bisa mencapai targetnya di tahun 2024, sehingga program ini bisa kita persembahkan sebagai bakti cinta KEKL pada Loyola saat memperingati 75 tahun berdirinya almamater tercinta (1949-2024).
Puji syukur, tepat sebelum acara ditutup dan dilanjutkan dengan makan siang bersama, telah terkumpul donasi KEKL Dana Abadi sebesar 500 juta rupiah. Sebuah langkah awal yang sungguh membahagiakan dan memberikan harapan.
Hari ini, saat merefleksikan kembali acara gathering ini, saya sungguh bersyukur melihat semangat dan antusias yang luar biasa dari semua pengurus dan anggota KEKL yang hadir. Saya semakin yakin impian besar ini bisa terwujud dengan kolaborasi bersama. Semoga pada akhirnya program KEKL Dana Abadi ini bisa menjadi berkat bagi setiap pihak yang terlibat, mulai dari KEKL, Keluarga Besar Kolese Loyola (KBKL), para guru yang pernah mendidik kita, Romo-romo Pamong yang pernah mendampingi kita, serta orang tua yang dulu memutuskan untuk menitipkan kita bersekolah di SMA Kolese Loyola.
Sesi Pemaparan oleh Ketua BPP KEKL, Vidion (KEKL 1994)
Sesi pemaparan oleh Ketua KEKL Dana Abadi, Erwin (KEKL 1992)
Bukan sesuatu yang mustahil jika semua proses kolaborasi ini kita lakukan bersama-sama. Saya percaya, St. Ignatius bisa jadi ikut tersenyum jika melihat kolaborasi besar yang kita lakukan bersama-sama ini bisa membawa kebaikan bagi satu sama lain dan semakin memuliakan nama Tuhan lebih besar lagi.
Ad Maiorem Dei Gloriam
Vidion Widyantara
Ketua BPP KEKL 2020-2024
ditulis 19 Maret 2023